Mau Langganan Artikel Blog ini via Email?

Masukkan email Anda dibawah ini:

Delivered by FeedBurner

Thursday, November 7, 2019

Penyebab Rambut Kering dan Solusinya

Penyebab Rambut Kering dan Solusinya (pic. freepik.com)

Banyak orang yang mengeluh karena mempunyai rambut kering, kusut, dan rapuh. Tentu saja hal itu membuat kebanyakan dari Anda kurang percaya diri sebab dapat mengganggu penampilan. Jadi, problem tersebut harus segera diatasi secepat mungkin, salah satunya dengan menggunakan shampo untuk rambut kering secara khusus.

Secara umumnya rambut kering dikarenakan kekurangan minyak atau sebum, sehingga membuat lapisan rambut mengelupas dan menjadi kering serta kusam. Hal itu juga disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah:

1. Penggunaan produk perawatan rambut yang tidak cocok
Setiap orang mempunyai karakter rambut dan kulit kepala yang berbeda-beda, ada yang kebal dengan berbagai jenis produk hingga yang sangat sensitif, sehingga mengharuskannya tetap hati-hati dalam memilih perawatan rambut. Salah satu yang paling penting adalah shampo yang menjadi kebutuhan dasar bagi semua orang.

Bisa jadi rambut kering disebabkan oleh penggunaan jenis atau merek shampo yang tidak teratur atau sering berganti. Ditambah lagi jika Anda menggunakan pewarna rambut, namun ternyata tidak cocok dan justru menimbulkan alergi pada rambut dan menjadikannya kering. Jadi, sebaiknya gunakan satu jenis atau merek shampo untuk rambut kering Anda tetap sehat.

2. Faktor lingkungan
Lingkungan yang berdebu dan banyak polusi bisa membuat rambut hingga kulit kepala Anda mudah kotor dan kemudian kering. Jika sudah begitu, rambut menjadi rapuh dan rontok. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya Anda menggunakan penutup kepala ataupun masker rambut jika akan melakukan aktifitas di luar.

Selain itu, juga gunakan shampo khusus yang mengandung kondisioner sekaligus seperti halnya Matrix Biolage Shampo Ultra Hidrasource. Tentu saja perawatan ini harus dilakukan secara rutin dan tepat dalam beberapa waktu agar hasilnya maksimal.

3. Kebiasaan perawatan rambut yang buruk
Ada beberapa kebiasaan sepele dan ringan yang seringkali tidak Anda sadari bahwa itu bisa merusak kesehatan rambut seperti penggunaan catok dan hairdrayer. Suhu panas yang dihasilkan oleh alat tersebut ternyata bisa membuat rambut Anda terlalu kering hingga kusam, mengingat panas tersebut juga tidak alami.

Lengkap ya artikel "Penyebab Rambut Kering dan Solusinya" ini.

Semoga Bermanfaat.

Monday, November 4, 2019

Apkah Air Alkali Benar-Benar Menyehatkan Tubuh?

Tes PH Alkalin

Air alkali memang terbilang cukup populer, sebab jenis air yang satu ini mengandung pH yang lebih tinggi dari air biasa yang diklaim baik untuk kesehatan. Jika air biasa mengandung pH netral, lain halnya dengan alkali yang mengandung pH 8 hingga 8. Namun benarkah jenis air alkali terbaik ini benar-benar mampu menyehatkan tubuh? Simak ulasannya berikut ini.

Minum Air Alkali Belum Tentu Bermanfaat
Kebanyakan orang percaya jika alkali mampu membantu menstabilkan pH dalam tubuh, cegah penuaan dini, mengobati darah tinggi, batu ginjal, diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung, hingga kanker. Namun sejauh ini belum ada penelitian yang mampu membuktikan manfaat-manfaat tersebut.

Kadar pH tinggi yang terkandung dalam Pristine memang mampu mengatasi penyakit asam lambung atau GRED. Meski mengonsumsi air yang mengandung alkali dapat meredakan gejala GRED dalam beberapa saat, namun tidak untuk jangka waktu yang panjang. Terlebih lagi untuk membantu mengatasi penyebabnya.

Meskipun pada umumnya kandungan mineral alami yang ada di air alkali aman untuk dikonsumsi. Meski demikian Anda perlu untuk berhati-hati. Terlebih lagi jika untuk air alkali buatan. Sebab mengonsumsinya terlalu lama dapat mengganggu kesehatan. Namun air kemasan Pristine aman untuk dikonsumsi.

Bahaya Terlalu Banyak Mengonsumsi Air Alkali
Meski mengonsumsi air ralkali terbilang aman, namun Anda tetap perlu waspada terhadap kadar pH-nya. Meski kemungkinannya kecil namun mengonsumsi air alkali dengan pH yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko alkalosis. Kondisi ini berpotensi terjadi pada penderita penyakit ginjal atau paru-paru berat.

Mengapa demikian? Sebab mengonsumsi air alkali secara berlebihan dapat mengurangi kadar kalsium dalam tubuh sehingga menyebabkan kerusakan tulang. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi antara lain seperti mual, muntah, otot berkedut, lemas, dan kebingungan, hingga kesemutan. Untuk itu ada baiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Nah di atas merupakan serba serbi air alkali yang bermanfaat bagi kesehatan. Meski air yang mengandung alkali terbilang aman untuk dikonsumsi, pastikan untuk selalu konsumsi dalam batas yang wajar. Sebab terlalu banyak mengkonsumsi air alkali dapat mengganggu kesehatan. Pristine merupakan air alkali terbaik dalam kemasan yang aman untuk dikonsumsi.

Sunday, November 3, 2019

Koperasi dan Generasi Milenial: Saatnya Teknologi 4.0

Ilustrasi Generasi Milenial (pic. freepik.com)

Sejarah Koperasi

Jika ditanyakan siapa Bapak Koperasi kita semua pasti sepakat beliau adalah Bapak Muhammad Hatta atau lebih dikenal sebagai Bung Hatta. Namun tak banyak yang tahu bagwa Sejarah awal didiriakan Koperasi adalah pada tahun 1896 ada seorang Pamong Praja, yaitu Patih R. Aria Wiria Atmaja dari Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para Pegawai Negeri. Hal ini berlandaskan karena banya dari para pegawai ini yang terjerat lintah darat dan membuat hidup rakyat semakin terjerat hutang.

Kemudian pada tahun 1908, Dr. Soetomo mendirikan Budi Oetomo di sinilah awal mula gerakan koperasi untuk memperbaiki dan mensejahterakan kehidupan rakyat. Yang sebelumnya sempat diteruskan oleh De Wolf Van Westerrode, seorang asisten residen Belanda, dengan mendirikan "Hulp-en Spaark bank" di Purwokerto, Jawa Tengah. Namun waktu itu terbatas dengan anggota para Petani saja.

Sejarah berlanjut hingga akhirnya pada tahun 1953 di Bandung (Jawa Barat) saat kongres kedua Koperasi, Mohammad Hatta ditunjuk sebagai Bapak Koperasi Indonesia karena kiprah beliau dan semangatnya menyebarkan virus berkoperasi begitu getol. Dan pada Kongres kedua tersebut juga menyepakati untuk menyusun undang-undang koperasi yang baru dan memasukkan koperasi ke kurikulum pendidikan di sekolah. Maka saya sangat ingat betul di masa kecil saya, era 90-an mengenal macam-macam Koperasi seperti koperasi siswa, koperasi pegawai, koperasi karyawan, hingga koperasi unit desa (KUD).


Transformasi Digital

Koperasi Zaman Now di Era Generasi Milenial

Hari ini Teknologi sudah mencapai Era 4.0 dan semua Solusi ada dalam genggaman, bahkan tak perlu beranjak dari rumah untuk mendapatkan semua kebutuhan, semuanya tanpa terkecuali. Mulai dari Gaming, Browsing, Eating, Shoping hingga Meeting dengan klien pun juga bisa di handle oleh generasi milenial dengan Smartphone maupun Laptop saja. Sehingga semua hal itu membuat generasi milenial memasuki zaman Cashless.

Dilansir dari website koperasi.net, "Menurut survey, 60% Generasi Milineal tidak tertarik dengan koperasi. Padahal, sejatinya konsep koperasilah yang paling tepat untuk mendorong Generasi Milenial menjadi milyader di era digital seperti sekarang ini." (2018, Agus Budiono)
Kita sudah tentu tidak asing dengan beberapa Marketplace sebagai Unicorn Startup Indonesia, mereka adalah wujud dari Koperasi Generasi Millenial. Senada dengan pernyataan Bung Hatta, Perekonomian adalah sebagai usaha bersama dengan berdasarkan atas kekeluargaan. Koperasi pula-lah yang menyatakan kerjasama antara mereka yang berusaha sebagai suatu keluarga. Dan ini membuat tak ada lagi pertentangan antara majikan dan buruh, antara pemimpin dan pekerja. Sungguh Visi Misi yang mulia dan layak diperjuangkan

Peran Koperasi (pic. instagram.com/praja.misgroup )

Peran Koperasi

Peran koperasi ini sangat penting karena yang menjadi prioritas untuk disejahterakan adalah anggota koperasi dan koperasi juga semaksimal mungkin memberikan kontribusi untuk masyarakat disekitarnya.

Keberadaan koperasi di Indonesia memiliki peran penting, diantaranya :
1. Mengembagkan Kegiatan Usaha Masyarakat
2. Meningkatkan Pendapatan Anggota
3. Mengurangi Tingkat Pengangguran

Dan jika merujuk pada Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa, koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.

Dengan demikian pembangunan koperasi perlu diteruskan, karena pembangunan adalah proses yang memerlukan waktu dan ketekunan.


Teknologi 4.0 = Era Kolaborasi

Satu prinsip teknologi 4.0 adalah berpijak pada prinsip Kolaborasi. Dan kita sudah sangat hafal dengan istilah "Dari Anggota, Untuk Anggota" adalah Jargon Koperasi. Maka dengan adanya Era Digital membuat Koperasi di Generasi Milenial ini akan lebih tertata, semua sistem Online akan semakin memudahkan Pencatatan keuangan dan laporan-laporan bisa update dan mudah diakses para anggotanya. Itu artinya Era Kejujuran semakin mudah untuk diwujudkan dengan hadirnya Teknologi Informasi sebagai penopang pembangunan Koperasi.

Terahir saya ingin menyampaikan sebuah penutup dari Madura yang sangat dekat dengan istilah Koperasi, yaitu "Kop cukop terima kasih", hehe just kidding.
Sukses terus Koperasi Indonesia.

Salam,
Alix Wijaya.