Mau Langganan Artikel Blog ini via Email?

Masukkan email Anda dibawah ini:

Delivered by FeedBurner

Saturday, September 14, 2019

Kuliner Pedas X Parenting

@alix_wijaya X @aisywijaya
*Kuliner Pedas!!*

Wah ini... jadi ngiler deh kalau ngomongin yang Pedes-pedes gini, hehe.

Itulah potret _me time_ saya bareng si Sulung, sama-sama suka Pedas. Si bungsu bagaimana? Dia kompak sama Bundanya, gak suka pedas.

Oke, bukan itu point-nya
Kami makan bersama tak hanya makan saja dan kenyang lalu selesai. Melainkan kami makan sambil diskusi, terutama saat dalam proses menunggu pesanan datang.

Daripada nungguin sambil manyun, atau bahkan emosional karena perut lapar dan pesanan tak kunjung datang. Lebih baik kita saling berpesan dalam kebaikan, sesuai dengan titah dalam Al-Qur'an surat Al-'Asr.
_"watawa soubil Haq, watawa soubis Sobr"._

Obrolan pun berlangsung, Kali ini Saya membahas tentang Sunnah berdakwah.

_"Kakak Aisy kalau sedang berkumpul dengan teman-teman, Dan Kakak sedang berbicara, temannya mendengarkan apa rame sendiri?"_

_Ya mereka mendengarkan lah, apalagi saat aku cerita yang seru-seru_
Jawabnya semangat.

_"Nah, berarti Kakak punya bakat untuk berkisah, Dan punya Aura sosok Pemimpin, karena mampu membuat temannya mendengarkan"_

_Tapi, aku kalau tampil Dongeng di Panggung masih malu Ayah, rasanya itu deg-deg-an banget_
Jawabnya ragu.

_"Begini sayang, coba pandang Ayah"_
Lalu dia memandang ku, menatap mataku.
_"Ayah, bisa tampil sebaik Hari ini karena Ayah sudah sering latihan, dan setelah latihan Ayah *memberanikan diri* untuk praktek tampil di panggung. Awalnya grogi, awalnya jelek, tapi karena Ayah terus belajar maka Allah SWT memudahkan semuanya. Dan Hari ini Ayah seperti yang Kakak lihat. Bagus Apa Jelek?"_

_Ya.. bagus banget Ayah, apalagi pas Ayah Dongeng itu loh.. bla bla bla bla_
Dan dia mengulang kembali ingatan saat membersamai Ayahnya menDongeng, Dan menceritakan dengan _excited_.

_"Nah, Kakak belajar tampil ya, lagian Rasulullah SAW tidak mungkin bisa menyebarkan Agama Islam jika bukan seorang Pendakwah yang baik. Artinya Kita berdakwah itu adalah Sunnah Rasulullah SAW. Kita kejar Keberkahan."_

Maka _keyword_ yang ingin disampaikan kali ini adalah _*teruslah belajar, praktek, praktek dan praktek. Karena dalam rumus Matematika Practice x 99 = Perfect.*_

Dan malam itu berakhir dengan kami berebut suapan terahir Kuliner Pedas Sego Ampog khas Blitar, Karena makan sepiring berdua, _so sweet_ ^^

***

Salam sayang

Kak Ale,
*@PendongengMalang*
_"Berbagi Kisah, Merajut Dakwah"_

Thursday, September 12, 2019

Mendidik Cucu ala Rasulullah SAW

Berikut adalah artikel Tentang cara Mendidik Cucu ala Rasulullah SAW
Ilustrasi Ayah Dan Anak (dok. @alix_wijaya)

Hari ini begitu banyak permasalahan seputar Keluarga dengan berbagai macam bentuknya, yang intinya adalah _"Tidak Pecusnya"_ para orang tua dalam mendidik Generasi mereka. Terlalu sibuk dengan pekerjaan dengan alasan mencari Nafkah dan mengandalkan Pendidikan diluar rumah untuk sebuah alasan "tidak sempat" mendidik Anak.

Lalu berharap para Pendidik/Guru bisa _menyulap_ anak-anak mereka menjadi _The Great Generation_, harapan yang bagus sih. Namun kenyataan berbeda dengan harapan, dan ini menjadi perhatian para Pelaku Pendidikan. Mereka mulai sibuk mencari referensi cara mendidik anak yang _"Ideal"_ dengan cara membaca buku atau ikut seminar.

Beberapa oknum merasa sangat _Up-todate_ saat mereka merujuk pada sebuah hasil _riset_ dari Luar Negeri, dan mencoba menerapkan metode Pendidikan tersebut kepada Anak-cucunya. Mungkin sebagian dari mereka lupa, bahwa ada banyak rukujan di dalam Alquran dan Hadits yang notabene sebagai *Pegangan Terbaik* kita.

Jika kita men-tadzaburi keduanya (Alquran dan Hadits), maka banyak sekali Surat-surat Alquran yang berbicara tentang Pendidikan Keluarga, mulai dari Surat berjudul nama para Nabi-nabi hingga nama 3 orang yang bukan Nabi tapi mereka begitu Mulia, yaitu Luqman, Ali Imran dan Maryam.

Dari Hadits tentu kita bisa (dan harus) belajar kepada Guru Terbaik kita bersama, yaitu Nabi Muhammad SAW. Seorang Nabi yang sekaligus seorang Raja / Kepala Negara, seorang Pemimpin perang, Imam Sholat, Konsultan, hingga seorang Suami bagi para Istri-istri beliau. Dan seorang Ayah bagi anak-anaknya, juga seorang Kakek bagi cucu-cucunya.

Teringat seorang Kakek sedang berbincang dengan Cucunya yang baru mendapat Ranking disekolahnya,
"Wah Hebat kamu cucuku, pertahankan prestasimu, *jangan kayak Ayahmu* yang dulu waktu kecil nakalnya minta ampun"
Pernahkah kita mendengar kejadian itu? Atau malah menjadi Pelaku-nya? Hehe.

Sepintas kejadian itu 'seolah baik', memberikan Apresiasi positif atas _achievement_ cucunya, tapi sekaligus "merendahkan" sang Ayah, yang notabene Sosok Ayah adalah Idola bagi anaknya.

Padahal? Ayah dari Cucunya adalah Anaknya sendiri, artinya? Tepat! Sang Kakek lupa, nakalnya sang Ayah (dimasa kecilnya) adalah hasil didikan dia sendiri.

Berbeda dengan Panutan kita, pernah suatu waktu Hasan dan Husein (Cucu Rasulullah SAW), naik keatas pundak Nabi dan memegang rambut Nabi. Bisa ditebak apa yang dilakukan mereka? Ya, main kuda-kuda-an.

Bagi sebagian orang hal itu tidak sopan, terutama bagi suku tertentu. Menurut "mereka" tidak layak seorang anak naik pundak orang tua, apalagi sampai pegang bagian kepala. Padahal itu sangat lumrah dan begitu seharusnya seorang Kakek.

Namun bukan itu yang ingin disampaikan, perhatikan ucapan Nabi berikut,
"Kelak kalian adalah Penunggang Kuda yang Hebat dan Pemberani", adem..
Dan Cucunya pun bangga mendengar hal ini, lalu Nabi melanjutkan,
"Namun ada yang lebih Hebat dari kalian, yaitu Ayah kalian",
MasyaAllah, Cucunya pun semakin bangga dengan Ayah mereka.

Ayah Bunda, tentu bisa Kita bedakan percakapan antara Dua Kakek di masing-masing kejadian diatas. Dan juga sudah jelas kejadian yang mana yang bisa Kita jadikan Contoh / Panutan.

Maka, _keyword_ kita kali ini adalah bahwa Pujian tak akan selaras dengan Cacian. Dan sebaik-baik suri tauladan adalah Rasulullah SAW. Silahkan kroscek di QS. Al-Ahzab 21.

Menuliskan bukan berarti kami yang Terbaik, tapi kami hanya mencoba untuk bermuhasabah diri dan berbagi atas ilmu yang sedikit ini.
Karena berbagi adalah aktifitas memberikan manfaat, sungguh Nabi berpesan bahwa Umat Terbaik adalah yang Bermanfaat bagi Umat lainnya. _*Berbagilah..*_

***

Salam sayang

Kak Ale,
@PendongengMalang
"Berbagi Kisah, Merajut Dakwah"

Sunday, September 1, 2019

DIBELAIN KOPROL!! Mas-mas ini NGIDAM ASUS VivoBook Ultra A412

Haha, saya ketawa sendiri saat membuat Judul ini,
Nyambung gak sih kira-kira? atau Aneh gak sih? Oke kita breakdown deh.

Koprol bareng ASUS Vivobook (dok. pribadi)
Pertama soal Koprol, aktivitas yang satu ini punya bahasa keren yaitu headstand, dan jika ada orang melakukan hal ini di depan umum maka ada dua hal kemungkinan alasan, ke-1 karena caper dan ke-2 karena narsis, haha sama aja ya ternyata? just kidding. Sebenarnya orang koprol itu salah satu tanda bahwa kita sedang merasa senang dan ingin berekspresi.

Senang? Iya senang, kebayang kan betapa senangnya saat bertemu dengan sebuah Laptop 14 inchi, namun ini laptopya super Slim plus Ramping. VivoBook Ultra A412 sendir bisa dibilang bukan sembarang ultrabook, karena telah dilengkapi dengan beragam fitur premium
seperti NanoEdge Display, yaitu teknologi eksklusif yang membuat bezel pada layar VivoBook Ultra A412 tampil dengan ukuran hanya 5,7mm. Berkat bezel yang tipis, dimensi bodi VivoBook Ultra A412 secara keseluruhan dapat diperkecil serta dapat menghadirkan screen-to-body ratio hingga 83 persen. dan berat laptop ini hanya 1,5kg, masih kalah berat dengan gula 2kg yang dibeli Mak-mak sebelah.

Surprise ASUS (dok. pribadi)

Lengkap dan Powerful

Kedua kita bahas soal Ngidam, hehe ini aktivitas Mak-mak kok dibilang Mas-mas Ngidam, kan aneh?
Gak juga sih sebenarnya, ngidam sendiri bisa diartikan kepengen alia ingin banget.
Bagaimana tidak?
Kebayang donk kalau kamu ketemu Laptop dengan spec Prosesor Intel Core generasi ke-8, dan asal kamu tahu bahwa VivoBook Ultra A412 ini adalah merupakan salah satu ultrabook mungil yang paling gesit yang ada saat ini. Varian tertingginya yang menggunakan Intel Core i7-8565U mampu menghadirkan kecepatan pemrosesan hingga 4,6GHz pada konfigurasi 4 core dan 8 thread. Kira-kira jadi pengen aja? apa pengen banget??

Apalagi saya sebagai seorang Blogger dan Youtuber, Laptop dengan spesifikasi multimedia adalah gue banget buat keperluan editing. Dan soal grafis, beberapa varian VivoBook Ultra A412 ditenagai oleh chip grafis NVIDIA GeForce MX250 dengan VRAM sebesar 2GB, sumpah ini cocok untuk menunjang kegiatan sehari-hari seperti menikmati konten untuk cari referensi hingga menjalankan aplikasi yang membutuhkan performa grafis. Makin Lengkap ditemani oleh RAM DDR4 serta penyimpanan menggunakan M.2 SSD (gak pake Hardish), VivoBook Ultra A412 mampu tampil lebih kencang, super.

One-touch Windows Hello login (dok. ASUS.com)

Kecepatan dan Keamanan

Setiap orang punya privasi, selain semua kelebihan diatas ternyata VivoBook Ultra A412 menawarkan Fitur Canggih ini, yaitu Fingerprint sensor. Mengakses laptop sekarang kamu tidak pernah semudah ini atau lebih aman. Dengan sensor sidik jari bawaan ASUS VivoBook Ultra A412 di touchpad dan Windows Hello, kamu tidak perlu mengetikkan kata sandi setiap kali masuk - cukup dengan satu sentuhan!

Windows Hello
Mau yang lebih canggih lagi? Windows Hello menawarkan fitur login dengan Teknologi AI (Artificial Intelligence) memungkinkan kita melakukan login dengan scan wajah dan dengan kecepatan login hanya 1 detik. Dan jangan khawatir, teknologi ini tidak bisa diakali dengan cara menaruh Selembar Foto wajah kita untuk login, jadi harus benar-benar wajah kita di depan Laptop.


Pilihan warna ASUS VivoBook Ultra A412

Warna dan Spesifikasi

ASUS VivoBook Ultra A412 menawarkan 4 pilihan warna yang bikin kamu makin cocok dengan slogan "Colorful is My Life". Dan ini dia Spesifikasi ditailnya:



Sip, lengkap banget kan? dan terahir aku mau bilang. Setiap Impian selalu selaras dengan Kerja Keras. Jika punya mimpi maka bekerja keraslah dalam mewujudkan. Genggam erat mimpimu dan Yakinlah suatu saat dia akan kau dapatkan. believe it!
NGIDAM? Genggam dan Miliki (dok. pribadi)

Semoga bermanfaat!

.