Mau Langganan Artikel Blog ini via Email?

Masukkan email Anda dibawah ini:

Delivered by FeedBurner

Thursday, December 31, 2020

CERITA HOROR: Kepolosan terhadap "Gangguan Jin"

cerita horor keluarga di ganggu jin kepret
Ilustrasi: Cerita Horor Keluarga di Ganggu Jin

Kali ini saya mau cerita HOROR, yang sebenarnya tidak begitu suka dengan cerita genre ini, tapi ternyata hal yang Ghaib itu ibarat sebuah asumsi, "Antara Ada dan Tiada".

Oke, sebelumnya saya perlu menggarisbawahi bahwa apa yang saya sampaikan dalam cerita kali ini adalah pengalaman kami sendiri, jadi jika ada kesamaan cerita atau nama mohon dimaklumi, bisa jadi karena kita sama-sama tinggal di Bumi yang sama.

Bismillah Arrahman Arrahim,

Di sebuah rumah di Kota Malang, keluarga kecil kami tinggal disana dan baik-baik saja. Kami hidup layaknya keluarga lainnya, hingga akhirnya anak ke dua kami lahir.

Sebenarnya saya risih dan malu untuk menceritakan Aib sendiri, tapi saya akan lebih malu jika pengalaman Hijrah ini saya simpan sendiri tanpa bisa memberikan manfaat apapun. Bahwa dahulu saya termasuk orang yang malas pergi Jama'ah ke Masjid, padahal jarak dari rumah ke Masjid sangat dekat, tidak sampai 100 langkah sudah sampai. Tapi, begitulah jika nafsu duniawi menguasai seseorang, ia akan lalai akan perintah Agama dan mengutamakan pekerjaan dunia nya. Saya lebih memilih sholat di rumah agar cepat selesai dan langsung bisa melakukan aktivitas kembali.

Hingga suatu waktu saya dipertemukan dengan sebuah siaran Radio Dakwah Islamiah dari Malang, RDI FM. Entah kenapa pagi itu yang biasanya saya tidak pernah menyalakan radio di HP saya, mendadak ingin menyalakan dan setelah cari-cari beberapa frekuensi radio, saya kepincut dengan ceramah seorang ustadz yang (maaf) logatnya Medhok banget, tapi ilmunya MasyaAllah Tabarakallah, dalam dan menyentuh hati, Ustadz Abdullah Hadrami.

Dari situ saya menjadi (terpaksa) sering mendengarkan kajian Agama Islam dan lantunan merdu ayat-ayat suci Al-Qur'an dari para Imam yang Masyhur, itu saya dengarkan sambil bekerja. Karena kalau nonton TV atau YouTube streaming biasanya mata ikut melihat, yang ada kerjaan jadi terbengkalai. Tapi berbeda dengan Radio yang bisa kita dengarkan sambil melakukan aktivitas seperti biasanya.

Awal Mula Hijrah

Nah, turning point ini menjawab kenapa akhirnya saya tergerak untuk senantiasa menjaga 5 waktu berjamaah di Masjid. Yaitu setiap selesai dikumandangkan Adzan di RDI FM selalu dibacakan doa berangkat ke Masjid, dan ada satu ceramah yang disampaikan, bahwa: "kelak ada 7 golongan yang mendapatkan syafaat di hari akhir, salah satunya adalah Pemuda yang hatinya selalu tergantung di Masjid. Pemuda yang menghidupkan Masjid dengan senantiasa Sholat berjamaah di Masjid."

MasyaAllah Tabarakallah, peringatan itu masuk beberapa kali sempat saya abaikan, namun hati kecil saya terusik untuk mengabaikannya, hati kecil saya mengajak untuk menyambut peringatan itu. Alhamdulillah sejak saat itu saya diberikan kemudahan untuk senantiasa menjaga 5 waktu berjamaah di Masjid, mulai belajar menjadi Imam dengan segala keterbatasan di awalnya, hingga berjalan beberapa waktu saya pun diangkat menjadi Sekretaris Takmir Masjid, MasyaAllah. Anak-anak kami juga mulai ikut kelas Tahfiz Qur'an Juz 30, dan tak pernah terlewatkan malam kami sebelum tidur tanpa mendengar ceramah agama Islam dari Ustadz Khalid Basalamah dan Ustadz Adi Hidayat.

Mulai di Ganggu Jin

Dalam sebuah riwayat dikatakan, "mustahil seseorang yang menuju kepada kebaikan tidak akan diuji oleh Allah SWT", kira-kira redaksinya seperti itu. Keluarga kecil kami yang awalnya baik-baik saja mulai mengalami gangguan makhluk ghaib (tidak terlihat). Pernah suatu ketika anak kami, menangis tanpa sebab, menangis sejadi-jadinya dan sempat membuat kami panik.

Lalu istri saya bilang,

"Coba ayah baca ayat-ayat Ruqyah yang sudah ayah pelajari di kajian Ustadz Khalid Basalamah".

Dan saya pun langsung mengambil air wudhu dan air putih satu gelas, mulai membaca serangkaian ayat-ayat Ruqyah dan meniupkannya di gelas berisi air tersebut. Sambil memohon pertolongan dari Allah SWT, setelah selesai membaca semuanya saya memercikkan air tersebut ke anak kami dan meminumkannya. Alhamdulillah, anak kami langsung tenang dan dapat tidur pulas malam itu.

Pernah juga istri saya merasa sangat benci kepada saya, disertai dengan demam panas dan ingin selalu marah-marah, tapi istri saya menyadari dan merasa itu perasaan yang tidak wajar. Lalu dia pun minta dibacakan ayat-ayat Ruqyah dan Alhamdulillah selalu ada Allah yang menolong hambaNYA yang berusaha dan hanya memohon kepadaNYA, istri saya demamnya mereda dan rasa benci kepada saya berangsur menghilang. Dan pernah juga istri saya melihat cicak yang tidak wajar, diam dan melihat kearah kita tak seperti biasanya. Lalu istri saya memandang balik ke cicak itu dan mengucapkan, "jika kamu cicak biasa pergilah mencari makan di sisi tembok yang lain, tapi jika kamu adalah makhluk yang jahat pergilah, sungguh aku hanya berlindung kepada Allah, A'udzubillhi minas syaiton nirrajiim." Dan cicak itupun jatuh ke lantai dan kabur.

Pengalaman di Lewati Mbak Kunti

Saya sendiri, suka mencuci baju di malam hari, biasanya diatas jam 10 malam, entah kenapa saya senang melakukannya, padahal istri dan anak-anak sudah tidur. Seperti biasa, saya ditemani kajian-kajian di YouTube Channel para Asatidz. Suatu malam saat asyik mencuci baju dan membilasnya, sekelebat istri saya lewat menuju dapur, saat saya toleh tidak ada di dapur, fikir saya paling naik ke lantai dua ingin mengambil sesuatu ataupun menyiapkan tempat jemuran saya nanti. Saya pun tetap asyik melanjutkan aktivitas mencuci baju.

Setelah saya tunggu beberapa waktu, istri saya tidak kembali-kembali, dan bukannya saya mengecek ke atas, saya menuju ke kamar dan mendapati istri saya tidur pulas dengan anak-anak.

"Mak dheg, lah terus tadi yang lewat siapa?", guman saya dalam hati.

Dan saya tetap menyelesaikan cucian saya, tak berhenti disitu, saat menjemur pakaian di lantai atas, lampu juga sering mati-nyala sendiri seolah ada yang memainkannya. Tapi tak pernah membuat saya khawatir, karena tahu sebuah kunci. Bahwa mereka para makhluk ghaib itu ada, tapi mustahil bisa menyentuh manusia, itu yang saya yakini dan membuat saya selalu tenang.

Dari semua kejadian itu kami tetap hidup biasa saja tanpa ada fikiran bahwa semua gangguan yang terjadi adalah ada yang menunggangi. Kami begitu polos menjalani semua ini, kami menganggap semua itu hal wajar dan biasa saja, karena di tempat tinggal kami tidak ada orang yang kami musuhi mamupun memusuhi kami.

Teman Penasaran

Hingga suatu hari kami mengadakan acara gathering bareng komunitas Home Schooling dan Home Education Malang di rumah kami. Ada salah satu Bapak-bapak yang selama acara diam-diam memperhatikan kami, dan di akhir acara saat semua sudah pulang, beliau mendekat ke saya dan bertanya.

"Mas Ale dan keluarga baik-baik saja tinggal disini?", tanya beliau.

"Alhamdulillah Pak, Aman", jawab saya polos.

Lalu kami berbincang kembali soal dunia pendidikan homeschooling, dan sebelum pamit pulang beliau tanya lagi.

"Benar ya Mas Ale baik-baik saja tinggal disini?", tanya beliau benar-benar penasaran.

Dan saya kali ini jadi curiga,

"Memangnya kenapa Pak?", saya balik tanya.

Dengan mimik wajah serius beliau menjelaskan,

"Maaf ya Mas, sejak datang pertama kali saya melihat aura rumah ini gelap, dan saat saya tadi mengelilingi rumah ini, saya merasa heran saat Mas Ale menjawab dirumah ini baik-baik saja. Syukurlah kalau Mas Ale memang baik-baik saja, berarti Mas Ale orang yang kuat".

Saya hanya tersenyum, karena sebenarnya saya tidak mengerti hal dunia ghaib dan sepak terjangnya, dengan kata lain kami tak pernah memikirkan hal seperti itu. Kami benar-benar polos dan hanya tahu ada Allah yang Maha Menjaga.

Menemukan Buhul

Dan Allah pun ternyata ingin membuka mata kami perihal ghaib ini, di lain waktu istri saya mengajak berkebun untuk meremajakan tanah yang ada dalam pot bunga di depan rumah, yang sudah beberapa bulan terakhir setiap ditanami apapun selalu mati dan kering. Istri saya menyampaikan bahwa biasanya itu terjadi karena tanahnya sudah mati dan tidak produktif, diganti saja.

Innalilahi wa innailaihi rojiun, kami di kejutkan saat membongkar pot bunga itu dan mendapati di dalamnya ada sebuah "bungkusan aneh" yang berbentuk rapi.

Kami berdua saling memandang dan saling bertanya,

"Ayah pernah memasukkan benda ini?", tanya istri.

"Loh, saya kira Bunda yang taruh", jawab saya.

"Mak dheg, Astaghfirullah", kami sama-sama terkejut dan tak menyangka.

Dan kontan saja kami berdua jadi mengingat semua kejadian aneh di rumah kami, juga mengingat kembali pertanyaan si Bapak-bapak yang saya ceritakan diatas.

"Ya Allah, pantes saja tanaman di pot ini tidak pernah bisa tumbuh dan selalu mati", ucap istri saya.

"Tapi Ayah, ini tanah dari dulu tidak pernah dibongkar dan tidak ada tanda-tanda dibongkar orang lain, dan tempatnya pun didalam pagar besi yang seolah mustahil jika ada orang usil", lanjut istri saya.

Tapi begitulah gangguan, tidak sulit bagi pemuja syaitan untuk mengirimkan sesuatu dengan cara yang tak masuk akal manusia.

Lalu bagaimana endingnya?

Ketemu gak siapa pelakunya?

Ah sudah kepanjangan nih ceritanya, takutnya gak ada yang baca, haha. Tapi kalau memang benar-benar penasaran dan ingin tahu kelanjutannya silahkan komentar ya.

Pantengin terus blog saya, atau bisa juga Subscribe channel kami Keluarga Wijaya https://www.youtube.com/keluargawijaya karena kami berencana membuatkan video terkait pengalaman ghaib ini. Biar bisa menjadi pelajaran bersama bahwa hidup di dunia ini selalu ada hal yang tak terduga atau kejutan unik diluar nalar dan kita harus selalu waspada, dan yang utama kita harus selalu percaya ada Allah SWT yang senantiasa menjaga kita.

Malang, Kamis malam Jumat, 31 Desember 2020

Baca juga: Asal usul Candi Songgoriti


0 comments:

Post a Comment