Mau Langganan Artikel Blog ini via Email?

Masukkan email Anda dibawah ini:

Delivered by FeedBurner

Thursday, November 12, 2020

Dongeng Asal-usul Candi Songgoriti (Kota Batu Jawa Timur)

Dongeng Kisah Candi Songgoriti Batu Kak Ale Pendongeng Malang

Assalamualaikum teman-teman,

Kali ini ada cerita menarik nih tentang sejarah candi songgoriti batu malang, cerita ini yang disusun oleh Kak Ale @PendongengMalang, yuk kita simak bersama.

Alkisah... disebuah daerah di Jawa Timur, terdapat sebuah tempat yang pada jaman dahulu tidak bisa dihuni oleh manusia. Karena tempat itu berada disekitar kawah panas gunung berapi, yang membuat air di sekitar tempat tersebut menjadi sangat panas dan tidak bisa dipakai oleh manusia, sedangkan air adalah kebutuhan utama untuk manusia bisa hidup.

Sekitar Abad ke 9 Masehi, Istana Medang di Mataram (Jawa Tengah) hancur akibat letusan Gunung Merapi, letusan itu juga yang disertai gempa bumi, maka Mpu Sindok sebagai Raja Medang pun memboyong Keluarganya menuju Jawa Timur.

Saat diperjalanan Mpu Sindok melihat sebuah tempat yang tak berpenghuni dan memiliki sumber air panas, bukannya menghindar, malah Mpu Sindok berkeinginan singgah di tempat tersebut untuk Keluarganya tinggal.


Lalu Mpu Sindok pun memerintahkan Mpu Supo, untuk mencari cara, bagaimana agar di tempat tersebut menjadi layak untuk dipakai dan dihuni manausia.

Mpu Sindok: Wahai Mpu Supo, kemarilah.

Mpu Supo: Ampun Paduka, apa kiranya yang bisa saya bantu?

Mpu Sindok: Disana aku melihat sebuah tempat yang bagus, namun sayang airnya sangat panas. Apakah engkau bisa membuat air tersebut menjadi lebih dingin agar bisa dipakai oleh keluargaku singgah?

Mpu Supo: Ampun Paduka, beri saya waktu agar bisa mendapatkann solusinya.


Lau teman-teman,

Mpu Supo pun meneliti dan mencari cara bagaimana agar air di tempat tersebut bisa menjadi layak dan dapat dihuni manusia. Akhirnya muncullah sebuah ide untuk mambangun sebuah Candi yang menutupi air dari aliran Kawah Panas Gunung Berapi tersebut.

Dengan segala ilmu dan kesaktiannya, serta kegigihan dalam berusaha, misi yang diembankan oleh Mpu Sindok kepada Mpu Supo pun berhasil membuat aliran air dari Kawah panas tertutup. Dan Air pun terpecah menjadi tiga sumber, yaitu sumber air panas, sumber air dingin dan sumber air belerang. Mpu Sindok senang, dan keluarga kerajaan pun singgah untuk istirahat dan mandi di kolam sumber air tersebut.


Anehnya, sampai hari ini 3 sumber air yang berdekatan itu tak pernah sekalipun tercampur dari asalnya, ingi sungguh luar biasa.


Tahukah teman-teman?

Kini, Candi Mpu Supo tersebut lebih dikenal sebagai Candi Songgoriti, terletak di Desa Songgokerto Kota Batu. Maka, kita harus bangga menjadi warga Kota Batu, karena mempunyai sejarah yang Luar Biasa.

Nah teman-teman, dari kisah ini kita belajar sebuah hikmah, jika kita berusaha pasti bisa merubah sesuatu yang buruk menjadi kebaikan, tentunya kita harus senantiasa semangat belajar agar ilmu kita juga terus bertambah.

~ ~ ~

Notes: Kisah / Dongeng ini dirangkum oleh Kak Ale dari berbagai sumber.

Jika ingin bekerja sama untuk event mendongeng dengan Kak Ale bisa kontak Manajeman via Telp/WA: 0856.3544.862 atau klik link berikut wa.me/628563544862

Biasanya orang mencari artikel ini dengan kata kunci sebagai berikut: dongeng asal usul songgoriti, candi songgoriti peninggalan kerajaan, candi songgoriti kota batu jawa timur, candi songgoriti malang, candi songgoriti terletak di, candi songgoriti di mana, candi songgoriti di malang, gambar candi songgoriti, fungsi candi songgoriti, artikel candi songgoriti, sejarah songgoriti, sejarah candi songgoriti, sejarah candi songgoriti batu malang, wisata sejarah songgoriti, sejarah singkat songgoriti, sejarah tirta nirwana songgoriti, sejarah berdirinya candi songgoriti



Wednesday, November 11, 2020

Seminar Online: Yuk Sepedaan Sehat dan Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Seminar Online: Yuk Sepedaan Sehat dan Aman di Era New Normal
Banner: Yuk Sepedaan Sehat dan Aman di Era New Normal

www.alixwijaya.com, Disaat Pandemi seperti ini masyarakat terbagi menjadi tiga bagian dalam menyikapi virus Covid 19. Kelompok Pertama adalah kelompok yang terlalu takut dalam menyikapi kasus Virus Corona, sehingga mereka over protektif dan cenderung takut untuk melakukan segala aktivitas diluar rumah. Kelompok Kedua sebaliknya, mereka terlalu berani dan cenderung acuh tak acuh dengan adanya Covid 19, bahkan mereka berani menantang: "Mana virus corona? sini biar saya makan sekalian". Tentu dua kelompok diatas tidak disarankan untuk kita pilih menjadi pegangan, sebagai masyarakat yang berfikir tentu kita bisa memilih yang lebih bijak, yaitu Kelompok Ketiga.

Kelompok Pertengahan

Yaitu kelompok yang tidak terlalu takut, namun juga tidak terlalu berani. Kelompok ini lebih memilih untuk tidak terlalu takut agar tidak mempengaruhi imun dan daya tahan tubuh. Namun juga tidak terlalu berani dan lebih memilih menjalankan aktifitas sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Seminar Online bersama Komunitas Sepeda

Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan mengadakan seminar virtual/online bertajuk "Yuk Sepedaan Sehat dan Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru", acara ini dibuka dr. Riskiyana S Putra M.Kes selaku Direktur. Kegiatan ini di ikuti oleh para peserta dari seluruh Indonesia. Tidak hanya dari Komunitas Sepeda, Pecinta Sepeda atau pesepeda yang tergabung dalam sebuah wadah, tetapi turut hadir para Blogger, Jurnalis serta Masyarakat umum lainnya, dari seluruh Indonesia seperti dari Jakarta, Malang, Gorontalo, Sukabumi, Bandung, Semarang dan kota-kota lainnya. 

Dilansir dari Instagram resmi Direktorat Promkes dan PM (@dit.pomkes), Sepedaan menjadi salah satu olahraga yang membuat kita tetap tetap sehat di tengah pandemi. Namun, selain berguna menjaga daya tahan tubuh, jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan,

Seminar dihadiri para narasumber yang ahli di bidangnya:

1. dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes (Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat)

2. Dr Sonny Harry B Harmadi (Kepala Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19)

3. Poetoet Soedarjanto (Ketua Bike to Work Indonesia)

4. Azwar Hadi Kusuma (Founder Indonesia Folding Bike Community)

Baca juga: Vaksinasi di SDIT Ahmad Yani kota Malang

Azwar Hadi Kusuma
Pemaparan Materi: Azwar Hadi Kusuma

Himbauan Penting saat Bersepeda

Azwar Hadi Kusuma, Founder dari Indonesia Folding Bike Community menjelaskan lebih kepada himbauan-himbauan saat bersepeda (gowes), saat gowes usahakan jangan lurus paralel, namun agak beri jarak zigzag, hal ini untuk menghindari jika terjadi pemberhentian mendadak dari teman gowes lainnya tidak mengakibatkan terjadinya hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan.

Dan beliau juga menghimbau, sesampainya di rumah hindari kontak fisik langsung dengan orang rumah. Lepas masker, kacamata, sarung tangan, topi, sepatu, helm, dan semprot dengan disinfekatan. Sesegera mungkin mandi dan ganti baju agar selain badan lebih fresh, jika ada kuman/virus yang menempel di badan bisa hilang karena dibersihkan saat mandi.

Poetoet Soedarjanto (Ketua Bike to Work Indonesia)
Opener: Materi Poetoet Soedarjanto

Sehat saja tidak cukup, Kita harus Produktif

Poetoet Soedarjanto, Ketua Bike to Work Indonesia, menyampaikan bahwa Bike to work ini tidak terbatas bagi seorang pekerja saja, melainkan semua orang yang melakukan aktifitas diluar bisa bergabung dengan Komunitas Bike to Work. "Orang bugar pasti sehat, tapi orang sehat belum tentu bugar", kata Poetoet. "Bisa saja ada dua orang yang sama-sama sehat, tapi yang bugar pasti lebih semangat dan tidak mudah lelah", lanjutnya.

Beliau juga memberikan tips agaimana agar bersepeda aman dan nyaman dalam tiga point, Kenali Sepeda, Kenali Diri, Kenali Lingkungan. Pastikan kita mengetahui hal berikut, Rute yang akan dilalui harus tahu, jarak tempuh, tanjakan/turunan, kondisi jalan lobang/rusak, area padat/rawan lalin

Lokasi penting yang harus tahu: Pos polisi, Pos kesehatan, bengkel dll. Pastikan kita selalu berfikir dan bertindak, tidak membuat Celaka diri sendiri dan orang lain, hargai dan hormati pengguna jalan yang lain, tidak menularkan dan tidak tertular covid 19, patuhi protokol.

Perhatikan asupan cairan tubuh, minum 10 s/d 20 menit sebelum start, jangan menunggu haus untuk minum, perkiraan kebutuhan air : 1 jam bersepeda = 500-700 ml. Chek Sepeda: Posisi saddle, Handlebar, pedal, stretching, pastikan angin ban.


Kegiatan seminar online ini di tutup oleh drg. Marlina BR Ginting Manik, M.Kes, Kasie Peningkatan Peran Serta Masyarakat dari Direktorat Promkes dan PM.
Capture Apik: Foto bersama di sesi akhir seminar

Penutupan acara Seminar bareng Direktorat Promkes dan PM

Kegiatan seminar online ini di tutup oleh drg. Marlina BR Ginting Manik, M.Kes, Kasie Peningkatan Peran Serta Masyarakat dari Direktorat Promkes dan PM. Kebetulan pada acara ini Dr Sonny Harry B Harmadi (Kepala Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19) sedang berhalangan hadir. dan ada satu statemen dari seminar kali ini, dari Pak Poetoet, yaitu: "Bersepeda adalah Solusi Tanpa Polusi", betapa tidak? disaat diluaran sana begitu banyak polusi yang menjadi keluhan atau kendala, dengan bersepeda selain mengurangi jumlah polusi, juga menjadikan badan kita lebih sehat dan bugar.

Lengkap sudah artikel tentang "Seminar Online: Yuk Sepedaan Sehat dan Aman di Era Adaptasi Kebiasaan Baru", semoga bermanfaat dan silahkan diskusi di kolom komentar dibawah ini jika ada yang ingin ditanyakan atau memberikan kritik dan saran.

Baca juga: Edukasi Protokol Terupdate, Covid 19 AMBYAR!!

Monday, November 2, 2020

Times Indonesia: Kak Ale Pendongeng Nasional di SDIT Ahmad Yani Malang

 

Kak Ale Pendongeng Malang
Patuh Protokol: Kak Ale X Anak-anak SDIT Ahmad Yani

TIMES INDONESIA, MALANG – Ada yang berbeda dengan imunisasi tahun 2020 ini di SDIT Ahmad Yani Malang. Selain pandemi Covid-19 yang mengharuskan memakai APD lengkap, juga melalui protokol kesehatan ketat, imunisasi kali ini spesial menghadirkan pendongeng nasional untuk menghibur peserta. 

'Aku Berani Imunisasi' adalah judul kisah yang disampaikan oleh Kak Ale, salah satu pendongeng nasional, untuk memotivasi para peserta didik yang menjalani imunisasi. Kak Ale  dihadirkan khusus oleh SDIT Ahmad Yani dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) bekerjasama dengan YDSF Malang dan juga Puskesmas Rampal Celaket.

Mengusung tema besar 'Maulid Nabi SAW - Mengokohkan Iman & Menguatkan Imun', imunisasi ini sengaja digelar di momen bulan Rabiul Awal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, karena dirasa sangat tepat untuk menggabungkan kedua hal tersebut yakni iman dan imun. 

Melalui kegiatan imunisasi ini tujuan yang hendak dicapai adalah mendukung program pemerintah untuk imunisasi anak usia SD sehingga para peserta didik memiliki imun tubuh yang kuat dan juga badan sehat. 

Tujuan berikutnya adalah melatih karakter berani, di mana peserta didik diajak meneladani karakter Nabi Muhammad SAW yang juga sang pemberani, dengan semboyan yang sering berulang-ulang ditekankan kepada peserta didik adalah Berani tapi Sopan.

Baca juga: Edukasi Protokol Kesehatan Covid 19 Terupdate.

Meskipun ada seorang anak di kelas 1 yang menangis menjerit karena takut jarum suntik, tetapi proses imunisasi tetap berjalan lancar dan semua telah disuntik. Semua hadir dalam keadaan tersenyum dan juga bahagia. 

Jumlah peserta imunisasi adalah 75 siswa kelas 1 imunisasi Dt dan 48 siswa kelas 5 imunisasi campak,  didukung oleh 4 petugas medis dari Puskesmas Rampal Celaket. Kegiatan imunisasi kali ini dipersipakan sematang mungkin, seluruh guru terlibat karena menghadirkan ke sekolah peserta didik berjumlah 123 anak dari kelas 1 dan kelas 5. 

Untuk proses imunisasi dilakukan di ruang terbuka, di mana peserta didik hadir sesuai dengan jadwal yang diberikan sebelumnya.  Diawali dari memasuki bilik disinfektan kemudian infrared thermogun, semua duduk berjarak 2 meter dan dilakukan dengan moving atau terus bergerak, tidak ada penumpukan terlalu lama oleh peserta imunisasi. 

Bagi yang sudah disuntik menuju ke tempat duduk yang disiapkan berjarak dan menunggu reaksi suntik selama 15 menit. Untuk mengisi masa tunggu tersebut, tibalah giliran Kak Ale menghibur dengan beberapa trik sulapnya beserta dongeng yang menarik. Semua peserta didik yang hadir dan juga orang tua pun menjadi terhibur. 

Salah satu wali murid mengatakan bahwa konsep yang diberikan sangat membantu persiapan mental sang anak, karena sebelum suntik sudah disambut guru-guru yang ramah, dokter yang ramah, serta dihibur oleh kisah dari Kak Ale, sehingga pengalaman suntik pertama kali sang anak ini menjadi berkesan.

Imunisasi SDIT Ahmad Yani Malang
Siswa SDIT Ahmad Yani Malang

Salah satu peserta dari kelas 1 bernama Kevan, bahkan awalnya tidak berani untuk suntik imunisasi, tetapi setelah dihibur dan dimotivasi oleh Kak Ale akhirnya dengan gagah berani mendatangi petugas medis ditemani orang tuanya untuk suntik. 

Di sela-sela menunggu 15 menit peserta didik juga ditantang oleh Kak Ale untuk menjawab pertanyaan sekitar Maulid Nabi. Rainka dari Kelas 5 berhasil menjawab tantangan tersebut dan mendapatkan hadiah serta bonus sulap. Sehingga suasana menjadi lebih meriah dengan gemuruh tepuk tangan dan tidak ada lagi peserta yang merasa ketakutan untuk imunisasi.

Kepala SDIT Ahmad Yani Nurdiah Rachmawati, SPd, MPd mengatakan, "Momen saat ini memang sedang krisis kesehatan, terlebih dengan adanya Covid-19, tetapi kami InsyaAllah berikhtiar menyiapkan perangkat protokol kesehatan sebaik mungkin. Dan selama kegiatan imunisasi semua diupayakan tetap menjaga jarak, menggunakan masker dengan benar, serta tidak menyentuh peserta didik."

"Selain itu juga, dukungan dari orangtua untuk kegiatan ini juga sangat bagus, karena semua memperhatikan imbauan melalui surat edaran sekolah untuk mematuhi protokol kesehatan ketika hadir ke sekolah. Semoga semuanya dalam keadaan imannya meningkat dan imunnya kuat," pungkas Kepala SDIT Ahmad Yani Malang tersebut.

Sumber berita: Times Indonesia.

Jika Anda ingin bekerja sama atau mengundang Kak Ale silahkan kontak Manajemen, di 0856.3544.862 atau klik wa.me/628563544862