Wednesday, February 28, 2018

Mengenal Cara RAPP Riau Memproduksi PaperOne


April Grup adalah salah satu perusahaan tersebar di Indonesia. Perusahaan ini adalah salah satu perusahaan dari Royal Golden Eagle milik Sukanto Tanoto. Selain itu, Grup APRIL juga merupakan salah satu penghasil produk pulp dan kertas terbesar menggunakan teknologi paling maju dan efisien di dunia. Perusahaan tersebut berlokasi di provinsi Riau dan secara langsung telah mempekerjakan kurang lebih 5.000 orang dan bermitra dengan lebih dari 90.000 orang yang memasok dan mendukung kegiatan usaha Grup APRIL. Di samping itu, mereka merupakan perusahaan kehutanan Indonesia pertama yang menerima sertifikasi pengelolaan hutan berkelanjutan. Operasional manufaktur milik Grup APRIL, sebelumnya telah menerima sertifikasi Chain of Custody PEFC. Hingga saat ini, perusahaan tersebut berkembang menjadi kelompok usaha global.
Kampanye RAPP: Ayo Daur Ulang
Salah satu perusahaan terkenal yang dinaungi oleh April grup hingga saat ini adalah PT Riau Andalan Pulp and Paper. PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) merupakan suatu perusahaan atau industri besar dan suatu perusahaan terbesar di Asia Pasifik, yang mana produknya sudah terkenal dan diakui hampir di seluruh dunia. Produk yang dikelola oleh mereka sudah diekspor di 75 negara, diantaranya adalah Negara Singapur, China, India, Jepang, Korea, Australia,benua Eropa seperti Rusia, Turki, dan beberapa kawasan di Amerika, yaitu: USA, Mexico, Brazilia, dan beberapa negara lainnya, termasuk kawasan Asia Pasifik dan Asia Timur. Perusahaan itu sendiri dipimpin oleh anak dari Sukanto Tanoto dan Trestees Tanoto. Dan istimewanya, produk tersebut merupakan 100 persen produk dari bahan baku hingga produksinya dilakukan di Indonesia.

Produk yang dimaksud adalah bernama PaperOneTM . Sudah tidak asing, bukan? PaperOneTM adalah merek kertas unggulan dengan kualitas premium. Kertas ini dirancang untuk kebutuhan copy dan printing. Produk yang diproduksi oleh Grup APRIL ini, anak perusahaan milik Sukanto Tanoto ini merupakan salah satu produsen pulp dan kertas terkemuka di Indonesia dan dunia. Grup APRIL sendiri memasok pulp kepada berbagai macam industri. Selain memproduksi kertas, mereka juga memproduksi pulp yang mana banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti kertas, tisu, kantong teh, kemasan, popok bayi, pengental es krim, tekstil, dan majalah.
Pulp atau bubur kertas yang diproduksi oleh RAPP mencapai 1,2 juta ton per tahun. Dari jumlah rupiah yang besar tersebut, menjadikan RAPP sebagai produsen pulp terbesar ke-9 di dunia yang mana men-supply sekitar 7 persen kebutuhan pulp di dunia. Dari produksi 1,2 juta ton pulp itu, RAPP memakai sekitar 20 persen untuk memproduksi kertas di pabrik milik mereka sendiri. Begitulah mengenal cara RAPP Riau memproduksi PaperOneTM.

Thursday, February 22, 2018

Beberapa Kendala Untuk Mewujudkan Perumahan Murah di Jakarta

Kendala Untuk Mewujudkan Perumahan Murah di Jakarta

Semua orang ingin tinggal di Jakarta. Bagaimana tidak, Jakarta dengan kemewahannya seakan menjanjikan kesuksesan bagi siapa saja yang tinggal disana. Tak heran banyak pendatang yang berusaha untuk menetap di Jakarta hingga akhirnya Jakarta menjadi penuh dan sulit untuk mendapatkan tempat tinggal.
Sulitnya mendapatkan tempat tinggal di Jakarta membuat harga properti melambung setiap tahunnya. Akan tetapi, pemerintah tetap berupaya untuk menekan harga tersebut dengan memberikan perumahan murah di Jakarta yang terkadang menemui kendala dalam pembangunannya. Apa saja kendala tersebut? Artikel berikut akan mengulas seputar kendala yang biasanya hadir dalam upaya mewujudkan perumahan murah di Jakarta.

Harga tanah yang mahal
Harga tanah di Jakarta merupakan salah satu yang termahal di Indonesia saat ini. Bagaimana tidak, disini Anda dapat menemukan segalanya mulai dari tempat belanja termewah hingga gedung perkantoran yang mungkin saja merupakan tempat bekerja Anda. Dengan segalanya yang menumpuk di Jakarta, tak heran jika harga tanah di Jakarta melambung tinggi setiap tahunnya. Harga tanah di beberapa daerah di Jakarta bahkan mencapai 90 Juta rupiah per meternya. Mahalnya harga tanah di Jakarta membuat banyak developer kesulitan untuk membangun perumahan murah di Jakarta. Padahal perumahan murah di Jakarta dinantikan oleh banyak orang yang membutuhkan.

Harga bahan baku yang mahal
Selain harga tanah yang sangat mahal di Jakarta, harga material saat ini juga sangat mahal. Mahalnya harga material terkadang membuat banyak developer gagal memenuhi target proyek yang telah direncanakan sebelumnya. Hal tersebut disebabkan karena seringkali developer tidak teliti dalam menghitung biaya material dan potensi kenaikan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Tak heran terkadang perumahan murah di Jakarta menjadi sulit untuk diwujudkan mengingat harga material bangunan yang tergolong tinggi saat ini.

Itu tadi beberapa hal yang dapat menjadi kendala developer dalam mewujudkan perumahan murah di Jakarta. Masih ada beberapa hal lainnya yang akan diulas pada artikel selanjutnya. Semoga dapat menambah wawasan Anda dan jika ada Info atau pendapat lain silahkan berikan pendapat Anda di komentar dan mari kita diskusikan.

Semoga Bermanfaat.

Tuesday, February 20, 2018

Manfaatkan LIMBAH, Ibu ini Ajarkan Buat Sabun dari Minyak Jelantah

Bunda Vivian Membagikan Doorprize

Malang, Februari 2018 di teras Masjid As-Salam Kota Malang ada pemandangan yang tak biasa. Berkumpul Ibu² muda terlihat seperti sedang mengadakan sebuah acara, pasalnya ada 1 orang menjelaskan dan yang lain berkumpul menyimak dengan seksama.

Kami coba mencari informasi dan benar adanya, para Ibu-ibu ini sedang 'Workshop Pelatihan Pembuatan Sabun dari Limbah Minyak Goreng alias Jelantah'.
Contoh Hasil Jadi Sabun Jelantah

Ini menarik, disaat banyak orang mulai menyadari tentang pola menjaga kesehatan, salah satunya penggunaan Minyak Goreng yang dipakai 2 atau 3 kali sudah tidak digunakan lagi. Namun ada rasa 'sayang' saat minyak yang masih belum terlihat gelap itu dibuang begitu saja. Lebih dari itu ternyata pola baru ini malah membuat limbah baru bagi lingkungan sekitar. 1 sisi menang dan 1 sisi lain kalah, ironis.
Pelatihan Pembuatan Sabun Jelantah di Malang
Bunda Vivian namanya, berangkat dari permasalahan ini beliau berfikir perlu ada sebuah Solusi. Setelah mencari banyak referensi tentang pemanfaatan Limbah Minyak Goreng, beliau mengambil Jalan Solusi Terbaik dengan membuat Sabun Jelantah.
Mencoba membuat mandiri bersama Suaminya, Bunda Vivian berhasil membuat Sabun dengan Bahan Dasar Limbah Minyak Goreng Bekas.

'Pertama buat dipakai sendiri sih, lalu coba kami bagikan kepada para tetangga'.
Tutur Bunda Vivian.
'Alhamdulillah respon tetangga bagus, bahkan Sabun ini cukup Ampuh menghilangkan noda membandel saat mencuci Baju'.
Lanjutnya saat mengenang masa awal sukses membuat Sabun pertama kali.

Lalu iseng² Bunda Vivian memfoto dan upload hasil jadi Sabunnya di Medsos, diluar dugaan ternyata banyak yang berminat untuk mengundang beliau dan diberikan pelatihan.
'Alhamdulillah ilmu yang sedikit ini bisa bermanfaat bagi banyak orang, niat kami hanya berbagi dan bukan untuk komersil. Mohon doanya aja ya semoga kami bisa Istiqomah dan Allah SWT Ridho dengan apa yang kami lakukan'.
Ujar Bunda Vivian merendah saat dikonfirmasi soal tarif mengundang beliau, pasalnya ada pelatihan serupa dan membayar hingga Ratusan Ribu per-Orang.
'Jika dikasih ya kami terima, tidak baik menolak rejeki, yang utama memang kami gak pasang tarif. Cukup dengan Mereka memperhatikan dengan Serius dan kemudian mempraktekkan nya dirumah itu sudah kebanggaan bagi kami, syukur² mereka menularkan ilmu ini kepada tetangga nya masing²'.
Lanjut beliau sambil berharap semakin banyak orang bisa membuat sabun secara mandiri.
Awas Asapnya berbahaya, Tutup Hidung pakai Masker
Itulah beberapa informasi yang sempat kami rangkum saat bertemu dengan Bunda Vivian, dan jika Anda juga berminat untuk menghubungi beliau bisa kontak bagian Management.
Chat WA: 0881.3102.077 (Bu Putri)
Anda juga bisa melihat Profile beliau di Instagram
http://instagram.com/vivianwahab

Wednesday, February 7, 2018

5 Prinsip yang Mesti Kamu Terapkan Agar Lebih Profesional

Di era yang semakin kompetitif seperti sekarang, kualitas seorang pekerja tak hanya ditentukan oleh gelar pendidikannya. Percuma saja sekolah tinggi-tinggi jika tak memiliki profesionalitas, yang tentunya sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan. Tak hanya untuk skala perusahaan, profesionalitas juga sangat dibutuhkan untuk para startup. Jika kamu sedang merintis startup, maka tak ada yang bisa menolongmu selain selalu menerapkan profesionalitas. Ada banyak sekali elemen yang mesti kamu ketahui mengenai profesionalitas ini, namun berikut ini kami akan membahas 5 prinsip yang mesti kamu terapkan agar lebih profesional.
 
Be a Profesional
1. On Time
Bagi seorang entrepreneur, menetapkan visi dan misi itu jelas merupakan hal yang paling fundamental. Namun percuma saja menetapkan visi dan misi, jika tidak menerapkan gaya hidup on time atau tepat waktu. Apapun bisnis yang kamu jalankan, maka kamu bisa mencapai target yang kamu harapkan jika kamu terus on time. Jika ada jadwal dengan klien jam 8 pagi, maka jangan sampai datang jam 8.30 pagi. Orang-orang sukses sangat paham betapa pentingnya datang tepat waktu. Jika kamu punya target profit tertentu selama sebulan, usahakan kamu berhasil meraih target tersebut.

2. Berani Mengambil Inisiatif
Meskipun kamu sudah punya skill yang sangat mumpuni, namun percuma saja jika kamu tidak berani mengambil inisiatif. Inisiatif ini layaknya ‘pemicu’ bagi tumbuh kembangnya profesionalitas. Orang yang bekerja berdasarkan inisiatif tidak selalu menunggu arahan dari atas,  melainkan benar-benar menganalisa suatu masalah, memformulasikan solusinya, dan jika perlu melaporkannya pada atasan. Apalagi bagi kamu yang bekerja sebagai freelancer, maka apapun yang kamu kerjakan mesti berdasarkan inisiatif. Jadi jangan hanya menunggu orderan datang, kamu mesti mengambil inisiatif dengan membuat portfolio dan memasarkan jasa atau produk lebih baik lagi.

3. I'm OK, You're OK
Dalam skala bisnis, maka kamu mesti menerapkan pola pikir ‘I'm OK, you're OK’. Tema mengenai ‘I'm OK, you're OK’ ini pernah dibahas secara gamblang oleh Thomas Anthony Harris, seorang psikiater dan penulis legendaris Amerika. Terkadang dalam lingkup networking, khususnya antara produsen high-level dengan konsumen low-level, begitupun sebaliknya, selalu ada gap. Gap ini berhubungan dengan psikologis masing-masing individu ketika berkomunikasi dalam konteks bisnis. Terkadang, pebisnis tidak percaya diri saat mempresentasikan jualannya pada supplier atau vendor besar, sehingga muncul perasaan ‘you’re OK, I’m not OK’. Nah mindset seperti ini mesti kamu hilangkan saat berkomunikasi dengan klien. Kamu mesti menerapkan pola pikir ‘I'm OK, you're OK’, agar tak ada gap komunikasi. Begitupun jika lawan bicaramu terkesan kurang percaya diri, maka jangan terlalu mendominasi pembicaraan.

4. Pastikan Tempat Kerjamu Kondusif
Untuk mendukung kualitas kerja, maka sangat penting sekali memastikan bahwa tempat kerja dalam keadaan kondusif. Kamu tak mungkin bisa konsentrasi jika ruangan kerja berisikan orang-orang yang suka bergosip, meja kerja yang dipenuhi tumpahan kopi, banyaknya suara yang mengganggu, dan lainnya. Apalagi jika kamu bekerja di rumah sebagai seorang entrepreneur, maka kamu mesti memperhatikan kondusifitas ini. Jika meja kerjamu sudah tak layak digunakan, tentunya kamu mesti membeli yang baru. Agar lebih hemat, sebaiknya gunakan voucher Lazada ketika membeli peralatan kerja via online. Lazada sering sekali menawarkan voucher lazada promo alat rumah tangga kepada setiap konsumennya, jadi jangan dilewatkan ya.

5. Selalu Belajar
Meskipun kamu sudah memiliki skill bisnis yang mumpuni, namun bukan berarti kamu enggan mempelajari hal-hal baru. Apalagi di era yang semakin digital seperti sekarang, banyak hal baru bermunculan setiap harinya. Terutama untuk skala bisnis, seorang pebisnis sejatinya mesti terus mempelajari berbagai hal-hal baru yang dapat mendukung eksistensi bisnisnya. Misalnya, jika kamu tidak punya toko online, maka belajarlah caranya memperluas market dengan menggunakan toko online.

Jika kamu ingin selangkah lebih profesional, maka terapkanlah beberapa prinsip diatas. Dunia kerja merupakan dunia yang sangat kompetitif karena setiap orang berusaha untuk menunjukan kualitas dirinya. Jadi kamu mesti sedikit lebih maju dengan menerapkan beberapa prinsip diatas.