Wednesday, December 20, 2017

Humor ini Menegaskan bahwa setiap 'Anak adalah Unik'

Ya, Humor ini Menegaskan bahwa setiap 'anak adalah unik'
Mungkin Ayah Bunda sudah ada yang pernah baca, tapi tak ada salahnya jika kembali mereview untuk melihat dari sisi Parenting.
Anak SD: Angkat Tangan

Humornya seperti ini, Monggo Rileks sejenak ....
"Anak-anak ... siapa yg mau masuk surga?", tanya Bu Guru.
"Saya buuuuu". Murid-murid teriak, kecuali si Ali. Dia  diam  saja
"Yang mau masuk surga berdiri!" lanjut Bu Guru.
Semua murid berdiri, lagi-lagi Ali cuma diam.
"Ali, kamu tidak mau masuk surga?" tanya Bu Guru.
"Mau dong Bu " jawabnya.
"Lalu kenapa tidak berdiri?"
"Lha ... emangnya mau berangkat sekarang......????"
~ ~
Ayah Bunda,
Type anak seperti Ali ini cukup langka, dia anak yang kritis, namun sering dianggap konyol oleh teman2nya.
Jika diperhatikan, teman2nya adalah type anak mainstream, yaitu: ada instruksi berangkat, ada tawaran tergiur begitu saja.
Berbeda dengan Ali, dia punya pemikiran 'Beda' dari sekedar ikut2an saja.
Lalu siapa yang salah?
Teman2nya Benar, mereka semangat karena tahu bahwa Syurga itu sangat didambakan, maka mereka langsung mau.
Ali juga Benar, dia tahu bahwa bilang mau dan berdiri sekalipun tidak akan berangkat sekarang juga.
Guru? Juga Benar, mengajarkan tentang masa depan dan Cita2.
Lalu siapa yang salah?
Yang salah adalah jika kita melakukan Justifikasi tanpa mengetahui alasan dibalik setiap tindakan.
Alangkah Bijaknya jika kita selalu Khusnudzon, karena setiap Ucapan dan Tindakan selalu ada Alasan.
Semoga Bermanfaat.
Alix Wijaya
Admin Group HEbAT Malang
Anggota Forum Komunitas Peduli Anak (FKPA) & Fatherhood Forum Jatim
*ada yang tidak Sepakat? #MariDiskusi

Wednesday, December 13, 2017

Mengenal Peran Profesi Background Layout Artist Pada Animasi

Inilah Cara Mengenal  Peran Profesi Background Layout Artist Pada Animasi

Bagian terbaik dari sebuah film animasi, baik pendek maupun panjang adalah latar belakang. Latar belakang memiliki peran yang berbeda dengan sebuah karakter, karena latar belakang tidak berubah atau bergerak secepat karakter. Jika karakter banyak menggambarkan jalannya cerita, sifat dari latar belakang adalah menampilkan emosi, keterangan pada adegan, dan menggambarkan keindahan goresan seni pembuatnya.

Dalam sejarahnya, animasi tradisional menggunakan background hasil menggambar yang tidak diwarnai. Namun, kini seperti yang kita lihat di televisi, semua sudah berwarna dan merupakan hasil gambar yang telah selesai. Untuk menyelesaikan latar belakang yang diisi dengan karakter berwarna, dibutuhkan lebih dari satu orang untuk melakukannya.

Pertama-tama, akan ada orang yang bertugas untuk menggambar layout dari sebuah latar belakang, dia disebut background layout artist atau disebut background designer. Barulah selanjutnya layout tersebut diserahkan kepada pelukis yang memberikan warna dan ketegasan terhadap gambar, sekaligus memasukkan karakter-karakter ke dalamnya.

Begitulah secara singkat proses pembuatannya. Satu hal yang terpenting ialah sebuah latar belakang harus mampu memberi dukungan kepada narasi cerita. Desainer akan melihat narasi cerita dan bagaimana gaya khusus setiap karakter dan latar belakang seperti apa yang dapat menggambarkan kehidupannya. Tidak semudah itu, eksplorasi dalam menggambar latar belakang juga harus memberikan gambaran emosi dan rasa terhadap penikmatnya.

Lalu bagaimana seorang background designer membuat setiap latar belakang terasa nyata?
Pastinya melalui riset yang mendalam, mencari material untuk referensi, dan mempelajari subyek tersebut. Dari bahan-bahan yang terkumpul, mereka membuat konstruksi gambar berdasarkan perspektif mereka sendiri. Meskipun seringkali permintaan untuk membuat background tidak terbatas pada hal-hal realistis saja, seperti halnya menggambar hal-hal imajinatif.

Untuk menggambar hal-hal imajinatif, seorang background designer tidak akan menggunakan seluruh elemen dalam latar belakang menggunakan hal-hal asing atau imajinatif. Mereka akan menggunakan hal-hal yang berhubungan dengan hal di saat ini. Tujuannya, supaya ketika pembaca atau penonton melihat, mereka tidak merasa asing dengan latar belakang narasi, dan merasa terhubung dengan latar belakang tersebut, sekalipun mereka baru petama kali melihat.

Gimana? Menarik bukan profesi seorang background layout artistr dalam film animasi? Tertarik untuk mencoba? Atau ada yang sudah mulai mencoba mendalami profesi tersebut? Atau sebagian dari kalian ada yang ingin mencoba, tetapi bingung di mana tempat belajar yang sesuai?

Di International Design School (IDS) kalian bisa mengembangkan passion dan bakat dalam bidang animasi bersama dengan para pengajar professional di bidangnya. Untuk info selengkapnya kalian bisa cek di website kita http://www.idseducation.com/ atau kunjungi social media Instagram dan facebook kita di IDSeducationcom

Let’s Transform Passion into Action!

Monday, December 11, 2017

Launching Toeng Market @ Cyber Mall City Malang

AlixWijaya.Com, Semakin berkembangnya kota Malang sebagai Kota Pendidikan membuat banyak Pengusaha melirik Peluang dari banyaknya ceruk pasar yang ‘membludak’ ini sebagai Opportunity yang harus dipertimbangkan. Maka sangat wajar jika begitu banyak Usaha-usaha baru diberbagai bidang, seperti Kuliner, Penginapan, Wahana Wisata dan Permainan. Tak luput Pasar Besar Modern (Super Market)  berjaringan juga semakin banyak melebarkan sayap untuk mengambil Peluang Besar ini.

Toeng Market salah satunya, ‘Kami lebih Fokus pada pasar kebutuhan Rumah Tangga, jadi pasarnya lebih banya para Keluarga, tapi kami juga menyediakan kebutuhan alat Kuliner yang bisa dimanfaatkan para Anak-anak muda yang ingin membuka Usaha dibidang Kuliner’, tutur Pak William, Owner Toeng Market saat launching  Toeng Market di Cyber Mall City Malang.
Saat launching berlangsung dibuka dengan pertunjukan Tari Tradisional midley Tari Modern, cukup menghibur pengunjung dan para hadirin udangan ditengah panasnya cuaca Kota Malang. Disaat sesi tanya jawab saya selaku Media Partner diminta mengajukan beberapa pertanyaan.

‘Apa yang membuat Toeng Market berbeda Pak? Sedangkan di Malang sudah banyak Market Besar yang lebih dahulu buka dan Ramai semua. Bagaimana strategi Bapak untuk menarik para calong Buyer?’ tanya saya, Alix Wijaya.

Kemudian Pak William menuturkan, ‘Memang kami akui banyak kompetitor Senior di Malang, namun karena kami Fokus dengan Kategori Perlengkapan Rumah Tangga, kami bisa memastikan bahwa Barang disini Lebih Lengkap. Dan yang Utama adalah Harga kami adalah semestinya, artinya Buyer tidak akan tertipu dengan adanya Markup Harga berlebih seperti diluaran sana. Dan disini semua harga Transparan’.

‘Ohya, disini juga ada sistem Membership, jadi ada banyak Diskon bagi Pelanggan yang sudah atau mendaftar menjadi Member Toeng Market’, imbuh Pak William.

Dan tibalah saatnya Pemotongan Tumpeng dilanjutkan Pemotongan Pita sebagai Tanda Peresmian Launching Toeng Market cabang Cyber Mall City Malang. Pengunjung pun langsung menyerbu masuk dan berebut barang-barang Diskon selama masa Launching berlangsung. Salah satunya ada Program Tukar Barang, yaitu menukarkan Wajan Bekas dan Teflon Bekas dengan barang baru, Wajan dengan harga Rp.19.000 dan Teflon dengan harga Rp.17.000 saja. Tak elak, dalam hitungan Jam stok barang tukar habis, dan tak perlu khawatir karena Mbak Penjaga bilang bahwa besok hari stok akan datang lagi.

Sukses selalu buat Toeng Market.

Semoga bermanfaat.


Alix Wijaya

Saturday, December 2, 2017

What is the Advantage of Using RFID and NFC?

Pouch wristbands for the Summer Siren event
Radio frequency identification system (RFID) is the father of another event software that now gaining its popularity around the world. NFC which stands for near field communication system is the sub system technology from the first one. Worked in pretty much similar way, the basic thing to differentiate both is on the distance coverage. Whilst the RFID cover much wider to transmit the data, the NFC system works in specifically tight range of space. It is just a matter of the ability of the organizer to provide the infrastructure to carry on the system on their event.
But then again what is the benefit that we could get as an organizer or as a guest from using the system?
First thing first, the technology provider boasts about the time saving that the organizer and the guest a like would find it as pleasure thing. Trap in queue would be messing up for the guest who is run in here and there to catch up the stage schedule, a line more likely to cause a bad impression for the organizer. Using RFID/ NFC system, a guest cut off few second of their time while doing transactions which would bring a big impact while there were huge crowd gather on.
Who do not love the planet earth? Well then, the millennial generations proof out to be a nice market to respond on the issue. Throw out a green movement issue while using a wristband to replace paper on the event venue, would be something to be brag out for them in social media, voila, scoring another one for the marketing publications!
The last one is about the data collection. It is not just an act of tapping here and there, but while the guests do transactions or voted on something or getting touch by somebody on the event venue, all the data transmitted directly, to the data centre. The real-time data, something that would be useful to formulate the next event.
To more information on the RFID/ NFC system, you could contact PouchNation as the leading event software solutions provider in Asia