Wednesday, July 19, 2017

Digital Nomad: Tren Baru Masyarakat Digital yang Sesungguhnya

Bicara soal kerja dan digital, kini ada satu tren yang mulai ramai dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Memang masih belum terlalu booming seperti di belahan dunia lain, tetapi sebagian masyarakat—terutama dari kota-kota besar—sudah melakukan tren yang satu ini. Namanya digital nomad. Anda pernah mendengarnya?

Kehidupan Nomaden ala Manusia Purba vs Manusia Modern

Manusia Purba - Donisaurus
Menilik dari frasanya, Anda mungkin bisa mengira-ngira apa yang dimaksud dengan digital nomad. Kembali ke beberapa tahun lalu saat masih mengenyam pendidikan ilmu sosial bidang sejarah, Anda pasti familier dengan istilah nomaden yang digambarkan sebagai salah satu ciri pada kehidupan manusia purba. Nomaden merupakan sebutan bagi keadaan yang terus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini dikarenakan karena kala itu, manusia praaksara hidupnya sangat bergantung pada kondisi alam.
Sekarang, manusia berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya juga karena kondisi alam meski untuk alasan yang sama sekali berbeda. Manusia modern cenderung dinamis dan tidak menyukai hal-hal yang monoton. Keadaan stagnan hanya akan membuat mereka merasa semakin lelah dan tidak produktif. Karena itu, mereka bahkan rela mengeluarkan sejumlah biaya yang tidak sedikit untuk sekadar berlibur ke tempat yang sama sekali berbeda demi suasana baru dan mengisi energi sebelum kembali berjibaku dengan rutinitas.


Digital Nomad: Tren Baru Peluang Maju
DigitalNomad - MidlifeBackpackers
Bagi sebagian masyarakat—terutama di selain kota besar—pekerjaan yang dianggap ideal adalah pekerjaan yang memiliki kantor tetap, berseragam, dengan jadwal yang pasti. Itu sebabnya, sampai saat ini, bekerja di kantor-kantor pemerintahan atau perusahaan masih menjadi pilihan utama bagi para fresh graduate. Selain ideal, pekerjaan semacam ini dianggap yang paling ‘aman’.
Padahal, digital nomad bukan pekerjaan yang tidak menjanjikan. Bahkan tidak sedikit digital nomad yang terbang dari satu negara ke negara lain dalam waktu yang berdekatan dan jangka yang panjang. Hari ini berada di Rusia, empat hari kemudian di Perancis, dua minggu kemudian di Thailand, dan sebagainya. Jika harus bicara soal finansial, tentu berpindah-pindah lokasi seperti itu tidak membutuhkan biaya yang sedkit, bukan?
Menjadi seorang digital nomad memang identik dengan freelancer atau pekerja remote. Meski demikian, jangan terburu menganggapnya remeh. Di tahun 2016 kemarin, dalam sebuah video yang dirilis Temasek disebutkan bahwa pada tahun 2020 kelak, hampir 50% populasi di Amerika Serikat yang bekerja memilih menjadi freelancer. Ada cukup banyak alasan masuk akal yang membenarkan probabilitas ini. Dengan menjadi digital nomad, Anda bisa bekerja lebih santai di mana pun yang Anda mau—kedai kopi, rumah, pantai, bandara, dan lain-lain. Jika bisa bekerja sekaligus piknik, mengapa harus di kantor dan bergeming?

Tantangan Digital Nomad
Tantangan DigitaL Nomad - Lateral Action
Siapa pun bisa menjadi digital nomad. Kebutuhan dasar yang Anda butuhkan adalah laptop, ponsel, internet, dan skill. Umumnya, pelaku digital nomad adalah penulis, ilustrator, fotografer, progamer, translator, konsultan, entrepreneur, dan sebagainya.
Pekerjaan ini cocok bagi Anda yang menyukai tantangan dan tidak gentar mengambil risiko. Pasalnya, menjadi digital nomad juga penuh tantangan. Anda tidak mendapatkan pendapatan yang stabil dan tunjangan yang biasa diberikan oleh kantor atau perusahaan konvensional. Besar kecilnya pendapatan yang Anda terima sangat bergantung dari diri Anda sendiri—bagaimana Anda mampu menjual kualitas diri.


Hal yang Perlu Disiapkan untuk Menjadi Digital Nomad
Persiapan Digital Nomad - Huffington Post
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, menjadi digital nomad adalah hal yang susah-susah gampang. Kendati demikian, bagi Anda yang ingin menjadi bagian dari masyarakat digital masa depan ini, perhatikan hal-hal berikut.
1.        Kenali potensi diri
Yang terpenting, Anda harus mengenali lebih dulu potensi yang dimiliki. Menulis? Menggambar? Membuat situs web?
Apa pun portable skill yang Anda miliki, asah terus kemampuan tersebut. Jangan sampai Anda hanya mampu melakukannya setengah-setengah. Bekali diri Anda dengan amunisi terbaik sebelum terjun ke medan perang.
2.        Persiapkan rencana dan membiasakan deadline
Rencanakan apa yang akan Anda lakukan. Karena keputusan berhasil atau tidaknya ada pada diri sendiri, buatlah tujuan yang jelas.
Di samping itu, Anda akan selalu bekerja dengan deadline. Biasakan diri Anda dengan melakukan pekerjaan tanpa melalui batas waktu yang diberikan.
3.        Jangan memulai tanpa klien
Saat membaca ini, Anda mungkin masih berstatus sebagai karyawan dari sebuah perusahaan dan merasa tergugah untuk menjadi digital nomad. Eits, jangan terburu-buru mengajukan resign. Sebelum memulai perjalanan hidup baru, pastikan Anda sudah memiliki klien terlebih dahulu sebelum memiliki tiket pesawat tujuan kota yang diidamkan.
4.        Jaga koneksi
Karena selalu berhubungan dengan dunia digital dan komunikasi jarak jauh dengan klien, pastikan Anda memiliki koneksi yang baik. Dengan pulsa Simpati, Anda tidak perlu khawatir lagi. Operator dengan jaringan terluas di seluruh nusantara ini akan membantu Anda senantiasa produktif di mana pun Anda bekerja.
Untuk melakukan top up pun, jangan khawatir. Simpati dan Traveloka bekerja sama untuk senantiasa mempermudah kebutuhan masyarakat digital. Dengan pulsa Simpati di Traveloka, Anda tidak perlu repot-repot pergi ke ATM atau mencari gerai pulsa terdekat. Cukup dengan bersandar di kursi pantai sembari bekerja, pulsa yang Anda butuhkan bisa langsung terpenuhi. Jika koneksi internet tidak mencukupi, Anda juga bisa minta transfer pulsa Simpati dari teman dekat agar tetap bisa nelpon atau internetan.
5.      Hargai diri
Jika Anda termasuk pemain baru, jangan teburu minder. Hanya karena pengalaman Anda belum terlalu banyak bukan berarti Anda boleh merendahkan diri sendiri. Kepada klien, berikan harga sewajarnya. Jangan sampai Anda justru menjatuhkan diri sendiri lantaran memasang tarif yang terlampau rendah dari standar. Cari tahu besarnya fee yang biasa diberikan untuk jenis pekerjaan seperti yang Anda lakukan.

Nah, itulah sepintas tentang digital nomad. Bersama pulsa Simpati, ciptakan pengalaman seru menjadi bagian masyarakat digital yang sesungguhnya. Selamat mencoba!

0 comments: